Saya Buktikan Sendiri, Pemasaran Sepuluh Kotak Biru karena Tidak Percaya Review di Sosmed

Saya bukan lah orang yang mudah percaya atas suatu hal, sebelum meneliti nya lebih dalam. Saya adalah seorang pebisnis, dan di waktu itu, saya mendengar banyak komentar mengenai Pemasaran Sepuluh Kotak Biru yang ‘kata nya’ bisa mendatangkan banyak pengunjung.

Kebetulan sekali, pada waktu itu, usaha saya belum memiliki website. Dan memang, saya berencana memesan nya dalam waktu dekat. Perusahaan DEVanoda yang menjadi penemu teknik marketing itu, membuat perhatian saya mengarah kesana.

Meskipun komentar nya ramai, saya masih tidak langsung memesan nya ketika itu. Bahkan, ketika saya melihat iklan promosi resmi dari mereka di Facebook, yang akan memberikan kredit 1,5 juta untuk biaya iklan, saya masih tidak memesan nya (meskipun akhirnya menyesal karena melewatkan kesempatan emas itu).

 

Terlalu Banyak orang yang membahas nya

Postingan di Facebook dan Instagram

Kejadian ini terjadi tiga hari setelah itu. Lagi- lagi, saya melihat ramai lagi postingan di Group Facebook Informasi Seputar Medan. Tentu yang dibahas orang- orang adalah mengenai Pemasaran Sepuluh Kotak Biru ini. Komentar nya bahkan sampai ratusan orang.

Kemudian lagi, waktu sore di hari yang sama, saya melihat lagi netizen membahas lagi tentang Jasa Website Digisoweb ini. Kali ini di Instagram.

Atasan saya malahan ikut meramaikan nya juga

Ahirnya, saya melihat atasan saya sendiri yang ikut berkomentar di salah satu postingan di Instagram tersebut. Pikir saya “Wah, bos ini ikut- ikutan ngeramein ternyata. Apa dia juga pernah menggunakan pemasaran -Pemasaran Sepuluh Kotak Biru- tersebut kah?”.

Dan meski atasan dan beberapa rekan kerja saya sendiri membahas mengenai hasil positif dari salah satu layanan DEVanoda ini, saya tetap masih tidak mau memesan nya. Alasan nya apa?. Karena saya tidak menemukan orang dekat saya yang benar- benar menggunakan jasa ini, dan berhasil.

Entah, mungkin saja karena saya seorang karyawan, sehingga berkumpulnya dengan karyawan juga. Dimana sudah pasti, rekan kerja saya tidak membutuhkan website karena tidak memiliki bisnis !?.

 

Testimoni dari Atasan sendiri

Menanyakan Langsung kepada Atasan saya

Karena pernah melihat atasan saya sendiri memberikan komentar di Instagram, saya kemudian iseng menanyakan nya “Pak Galih, ada usaha apa pak di rumah?”.

Pertama jawab, dia seperti ingin menyembunyikan nya. Karena di tempat kerja, karyawan tidak direkomendasikan melakukan bisnis apapun di rumah. Karena bisa mengganggu performa kerja di kantor.

Tapi, saya tidak berhenti sampai disana. Saya mengarahkan ke topik lain, kemudian mencoba bertanya kembali. Dan akhirnya pun dia buka suara.

Omset ternyata bisa sampai ratusan juta rupiah

Kemudian, ketika saya bilang “Kok kemarin bapak ikut komentar di salah satu post Instagram tentang Pemasaran Sepuluh Kotak Biru?, hehehe”. Baru dia kemudian mengaku “Ah, itu usaha istri saya kok. Saya cuman bantu. Iya, memang pakai jasa website -DEVanoda- itu”.

Percakapan pun berlanjut, dan saya mendapatkan informasi penting dari dia. Tentu dia tidak mengatakan berapa omzet bisnis nya tiap bulan, karena saya tahu sendiri dia bukan orang yang suka pamer.

Tapi, ketika dia mengatakan “Seminggu bisa kirim 2- 3 truk bahan konveksi ke luar kota”, saya bisa menyimpulkan sendiri, bahwa omset nya sudah pasti diatas ratusan juta rupiah.

Kirim Konveksi untuk berkat Pemasaran Sepuluh Kotak Biru
Kirim Konveksi

 

Keinginan Memiliki Website Buatan DEVanoda telah muncul

Beberapa hari setelah percakapan dengan Pak Galih (atasan saya), saya sudah mulai goyah dan ingin memesan Jasa Pembuatan Website itu sesegera mungkin.

Tapi ketika itu, masih tanggal tua. Gaji belum keluar. Sehingga saya harus bersabar dan menunggu sampai gaji bulan ini keluar.

Keinginan memesan website dengan teknik Pemasaran Sepuluh Kotak Biru telah muncul
Keinginan memesan DEVanoda telah muncul

Iklan di TV Membuat Keinginan kian menguat

Dua hari selanjutnya, saya malah melihat iklan DEVanoda ini di TV. Keinginan saya semakin bertambah kuat. Meskipun hati saya meronta- ronta ingin memesan jasa ini sesegera mungkin, tapi apa daya. Uang masih belum cukup.

Akhirnya, setelah gaji bulanan saya keluar, saya kemudian memesan nya. Singkat cerita, setelah website jadi, pembeli mulai berdatangan. Sedikit demi sedikit, orang yang mengunjungi web saya semakin bertambah tiap hari nya.

Alasan Lain untuk Memesan

Seperti yang sebelum nya saya katakan, saya bukan orang yang mudah percaya atas sesuatu yang ada di sosial media. Alasan utama selain mendapatkan info langsung dari atasan adalah, karena harga website mereka tidaklah mahal (termasuk harga normal). Jadi, tidak ada alasan untuk tidak membeli nya.

Bahkan, dengar- dengar dari atasan saya, website perusahaan tempat saya bekerja itu, menggunakan jasa web DEVanoda ini. Ini dapat dibuktikan dengan jelas, karena di bagian bawah websites, tertera link yang menuju ke situs asli mereka.

 

Penutup

Saya telah membuktikan nya sendiri, bahwa banyak pelanggan yang datang kepada saya. Usaha menjadi lancar, dan pemasukan tiap bulan kian bertambah.

Kebanyakan orang yang membutuhkan website, tidak memesan nya di DEVanoda, karena mereka tidak tahu. Tanpa melihat testimonial komentar di sosial media pun, jika mereka membandingkan fitur yang diberikan jasa pembuatan website DEVanoda dengan penyedia layanan lain, pasti mereka akan memilih DEVanoda nya. Karena harga nya tidak beda jauh.

Leave a Reply

Your email address will not be published.